Belajar dari kehidupan
bangsa china
Jawaban dari pertanyaan itu adalah bangsa tionghoa sangatlah berpegang teguh pada prinsip hidup mereka yaitu hidup hemat, mau berjuang keras dll. Sikap ini di awali dari kisah masa lampau dicina. Dulu orang cina dipimpin seorang kaisar sang sangat kejam. Kaisar ini sering membuat rakyat nya menderita. Kaisar sering meminta uang upeti yang sangat besar dari rakyatnya. Bahkan tak jarang meminta rakyat nya untuk bekerja keras untuk membangun tembok besar cina tanpa upah seperpun. Rakyat mereka sangat lah menderita banyak anak anak yang kelaparan serta banyak yang jatuh sakit bahkan tak jarang mereka mati. Keinginan untuk bertahan hidup lah yang mendasari mereka untuk berprilaku hati – hati serta berusa keras dalam bidang apapun. Hasil dari itu justru membuat bangsa cina lebih tangguh dalam menghadapi hidup.
Berikut ini adalah beberapa prinsip hidup orang tionghoa yang selalu di pegang mereka. Yaitu meliputi :
1.
Hidup
hemat serta teliti
‘’Orang
tionghoa memiliki pemikiran bahwa uang satu juta tidak bisa disebut satu
juta tanpa uang seratus rupiah” . sangatlah jarang di temui orang tionghua
membuat uang receh seratus rupiah. Mereka sangat lah sadar betapa sulit mencari
uang. Bahkan lebih dari itu mereka tahu iklim keuangan mereka yang dicatat
dalam buku keuangan. Tak
hanya itu mereka juga menerapkannya pada anak mereka yang menstikma anak mereka
agar dapat mengelola keuangan dengan benar. Orang tua tionghoa sangat memperhatikan perkembangan
anak nya dari mereka bangun sampai mereka tidur serta selalu memantau prestasi
anaknya. Orang tua cina selalu memotivasi anak nya agar di dalam sekolah mereka selalu
mendapat nilai sempurna mereka sangat melarang anak nya untuk bermain atau
menginap dirumah teman nya dikala anak mereka mendapat nilai yang baik mereka
akan memberikan imbalan atas prestasi anaknya. Hal ini dilakukan sampai anak
mereka umur 18 tahun sesudah itu mereka bebas menentukan pilihan hidup mereka.
2.
Penuh
motivasi
Orang tionghoa sadar bahwa untuk meraih kesuksesan dalam segala aspek kehidupan
itu harus ada setidaknya dua hal penting
yaitu : motivasi dan kemampuan. Dalam realitas kehidupan orang
tionghoa sehari – hari, mereka selalu hidup dalam komunitas yang penuh motivasi yang menyemangati hidup
keseharian mereka. Sebab, ketika termotivasi mereka akan melakukan
berbagai macam upaya untuk menambah kemampuan diri sehingga mereka lebih
mudah dan cepat meraih kesuksesan
hidup. mereka berprinsip bahwa jika oaring lain bisa mengangkat batu aku harus
bisa mengangkat sebuah gunung walau harus bersusah payah, bersakit sakit serta
harus melakukannya seribu kali.
3.
Jangan
melepaskan peluang
Peluang hanya datang sekali dan tidak untuk kedua kalinya. Pedagang harus cepat bertindak. Orang suka bekerja cepat. Mereka tidak suka membuang-buang waktu. Apabila bekerja, mereka akan mencurahkan seluruh pikiran untuk menyukseskannya. Mereka sangat mengenal makna dari waktu. Waktu adalah sebagai untaian emas yang sangat berharga namun satu karung emas tidak membeli waktu yang terlewat walau hanya 1 detik. Oleh Karena itu waktu itu sangatlah berharga.
Peluang hanya datang sekali dan tidak untuk kedua kalinya. Pedagang harus cepat bertindak. Orang suka bekerja cepat. Mereka tidak suka membuang-buang waktu. Apabila bekerja, mereka akan mencurahkan seluruh pikiran untuk menyukseskannya. Mereka sangat mengenal makna dari waktu. Waktu adalah sebagai untaian emas yang sangat berharga namun satu karung emas tidak membeli waktu yang terlewat walau hanya 1 detik. Oleh Karena itu waktu itu sangatlah berharga.
4. Berani Mengambil Resiko
Berani megambil resiko termasuk resiko gagal dan rugi. Orang yang berani harus berani mencoba,membuka dan memajukan kegiatan perdagangannya. Musuh utama adalah diri sendiri ,dan takut menghadapi kegagalan. Tanpa memahami prinsip berikut ini, kita kalah dan dikalahkan. Dengan memegang pada prinsip ‘’biar kalah tetapi jangan gagal’’. Gagal sebagai langkah awal menuju sukses dan gagal harus lah ada dalam hidup ini. Mereka sangat yakin mereka akan meraih sukses di kemudian hari.
Berani megambil resiko termasuk resiko gagal dan rugi. Orang yang berani harus berani mencoba,membuka dan memajukan kegiatan perdagangannya. Musuh utama adalah diri sendiri ,dan takut menghadapi kegagalan. Tanpa memahami prinsip berikut ini, kita kalah dan dikalahkan. Dengan memegang pada prinsip ‘’biar kalah tetapi jangan gagal’’. Gagal sebagai langkah awal menuju sukses dan gagal harus lah ada dalam hidup ini. Mereka sangat yakin mereka akan meraih sukses di kemudian hari.
5. Semangat Berjuang
hidup adalah fighter(petarung) dan survivor(punya cara untuk bertahan hidup). Mereka harus selalu bersemangat dengan apa yang dilakukannya. Sebagainya dalam pejuang, harus senantiasa waspada dan berjaga –jaga. Karena ke hati - hati an itu sebagai tolak ukur dari kedewasaan seseorang.
hidup adalah fighter(petarung) dan survivor(punya cara untuk bertahan hidup). Mereka harus selalu bersemangat dengan apa yang dilakukannya. Sebagainya dalam pejuang, harus senantiasa waspada dan berjaga –jaga. Karena ke hati - hati an itu sebagai tolak ukur dari kedewasaan seseorang.
6. Jangan Menyerah pada Nasib
Orang cina percaya , hidup seumpama roda. Sebentar di atas dan adakalanya di bawah. Orang cina harus bersikap terbuka dan berlapang dada apabila berhadapan dengan situasi yang sulit. Dengan demikian barulah mereka bisa mencari jalan keluar atas masalah yang dihadapinya.
Orang cina percaya , hidup seumpama roda. Sebentar di atas dan adakalanya di bawah. Orang cina harus bersikap terbuka dan berlapang dada apabila berhadapan dengan situasi yang sulit. Dengan demikian barulah mereka bisa mencari jalan keluar atas masalah yang dihadapinya.
Amy mendidik dengan sangat ketat sangat keras terhadap anaknya. Amy sangat memwajibkan anaknya untuk mendapat kan nilai A kalau tidak bisa mereka akan mendapat hukuman dari Amy. mereka seperti tidak mendapat uang jajan maupun mendapat pukulan dari orang tuanya.
Tindakan kan ini sangatlah wajar dilingkungan orang cina. Amy sangat percaya ini sebagai salahkan untuk melindungi anak mereka. Agar anak mereka tidak pernah kesusahan setelah di tinggal orang tuanya mati. Dan mereka percaya anak mereka cukup tangguh untuk mendapatkan tekanan yang sangat berat serta percaya mereka bisa melaluinya. Tak jarang kalau Sophia dan Lulu mendapat juara dalam kelas.
Setelah
semua hal diatas dipahami di harapkan
adanya suatu aplikasi bukan hanya sebuah prinsip saja. Serta terus lah belajar
dan mempraktekan hasil belajar yang telah di pelajari. Yang tak kalah penting
yaitu harus lah ada kata sungguh dalam belajar. Setidak nya ada beberapa metode
untuk dapat belajar benar. Hal itu di butuhkan konsentrasi dalam tiga area :
pikiran, mata , mulut.
Saat
kita mulai membaca buku, kita tidaklah boleh memikirkan tentang hal lain. Kita
tidak boleh membacanya secara setengah – setengah saja, apalagi ingin membaca
buku lainnya. Kita harus lah meluangkan banyak waktu untuk belajar dan belajar
dengan serius. Jika kita tekun dan berusaha sampai mati, kita pasti akan
mengerti serta kita akan mendapatkan pengetahuan yang luar biasa dari yang kita
pelajari.
Kita
tidak lah boleh bersandar pada sesuatu hal yang sangat bodoh bahwa sudah merasa
nyaman dengan posisi yang kita duduki tingkatkan lah standar hidup itu adalah
pilar utama agar kita dapat selaras dengan adanya perkembangan jaman.
Serta
di harapkan kita mempunyai idelisme yang tinggi dalam kehidupan ini sehingga di
harapkan mencapai tujuan akhir yang mendekati kesempurnaan dalam hidup. Yaitu
mencapai suatu kehidupan keluarga yang sehat, mampu memerintah / mengatur
negara serta mampu menaklukan musuh. Tujuan ini harus lah menjadi tujuan paling
akhir dalam hidup ini.
Daftar Pustaka :
Salim joko.2009.manta bisnis orang cina.jakarta: gramedia
Xin xu.2010.mencetak
anak jenius dan cerdas ala china.yogjakarta. pustaka solomon
Anonim.2009.http://erabaru.net/cara-leluhur-china-mendidik-anak.18
februari 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar